Kamis, 14 Februari 2013

Peran Indonesia dalam Organisasi Internasional




Peran Indonesia dalam Organisasi Internasional


1) Peran Indonesia dalam GNB
            Peran Indonesia khususnya dalam meletakkan pondasi pendirian GNB adalah salah satu momen penting berdirinya gerakan nonblok.
Contoh beberapa peranan Indonesia dalam gerakan nonblok :
> Indonesia menjadi ketua working group an disarmoment di GNB dan                           berperan aktif dalam isu pelucutan senjata Internasional.
> Indonesia turut berperan aktif mendukung perjuangan rakyat  Palestina
> Indonesia juga turut berperan dalam membantu penyelesaian masalah lainnya seperti semenanjung Korea.
> Indonesia juga pernah menjadi ketua umum GNB
> Indonesia memberikan andil yang cukup signifikan dalam membantu upaya rekonstruksi dan rehabilitasi dinegara Bosnia dengan menyumbang dana sebesar US $8.075.000, juga termasuk bantuan rakyat indonesia melalui Majelis Ulama di Indonesia sebesar US $ 3.000.000
> Indonesia juga berhasil memajukan perndekatan baru GNB yang berorientaikan pada kemitraan, dialog dan kerjasama serta meninggalkan sikap kontantatif dan retrotika semata.
            Di Indonesia memandang GNB bahwa merupakan wadah yang tepat bagi negara berkembang untuk memperjuangkan cita-cita

2) Peran Indonesia dalam PBB
            PBB adalah organisasi dunia Internasional yang juga berperan penting dalam berdirinya NKRI dan berperan dalam merebut Irian Barat untuk menjadiwilayah NKRI dan anggota PBB salah satunya adalah Indonesia, sebagai anggota PBB Indonesia juga berperan penting dalam kancah perfamaian dunia, peran yang cukup menonjol Indonesia yaitu dalam membantu mewujudkan pemeliharaan perdamaian dan keamanan Internasional, salah satu contohnya adalah banyaknya pengiriman Kontingen Garuda keluar Negri. Selain mengirimkan Kontingen Garuda, Indonesia juga mempunyai sumbangan yang cukup berarti bagi penjelasan sengketa di Kamboja dengan menyelenggarakan pertemuan informal di Jakarta 1 dan 2, tetapi Indonesia juga menjadi anggota dewan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Beberapa peran penting Indonesia terhadap PBB:
a)                          Th 1971 pada sidang Majelis Umum PBB Menlu Adam Malik terpilih sebagai ketua sidang
b)                          Th 2004 Indonesia menjabat sebagai ketua komisi HAM (Makare Wibisono)
c)                           Th 2007 Hasan Wirayuda (menlu) memimpin sidang Dewan Keamanan PBB
d)                          Indonesia terliat dalam misi keamanan kebeberapa negara melalui KONGA

3) Peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika
            Konferensi Asia Afrika adalah pertemuan neara-negara benua Asia dan Afrika. Konferensi tersebut berlangsung pada 19 April 1955 di Bandung. 2 benua tersebut berkumpul untuk menghasilkan beberapa kesepakatan yaitu untuk menciptakan perdamaian abadi . Indonesia merupakan pemrakarsa penyelenggara Konferensi Asia-Afrika. KAA merupakan salah satu wujud polituk bebas aktif Indonesia dalam tingkat Internasional, dan merupakan perwujudan perdamaian Dunia. Saat digelar di Indonesia KAA berjalan sangat lancar, dan menjadi pusat perdamaian dunia saat itu Konferensi Asia-Afrika di Indonesia telah menghasilkan :
Ø      Memajukan kerjasama antar negara di kawasan Asia dan Afrika dalam bidang Sosial ekonomi, dan kebudayaan.
Ø      Menyerahkan kemerdekaan Aljazair, Tunissia, dan Maroko dari Perancis.
Ø      Menentang diskriminasi dan kolonialisme.





KAA diawali oleh Konferensi Colombo di Colombo, ibukota Sri Lanka yang dilaksanakan tanggal 28 April – 2 Mei 1955, konferensi ini dipertemukannya 5 pemimpin negara Asia yaitu :
a)     Jawaharalal Nehru (India)
b)     Sir John Kotewala (SriLanka)
c)      Moh. Ali Jinnah (Pakistan)
d)     Thanat Koman (Myanmar)
e)     Ali Sastriamidjojo (Indonesia)

KAA dilaksanakan di Indonesia berasal dari hasil kesepakatan dari Konferensi Colombo dan menghasilkan keputusan seperti :
1)                          Serta ikut aktif dalam mengusahakan dan memelihara perdamaian Dunia.
Selain melahirkan keputusan tersebut, KAA juga Mencetuskan Bandung Declaration yang berisi :
1)     menghormati kedaulatan dan intregitas teritorial semua bangsa.
2)     Memajukan keputusan bersama dan kerjasama
3)     Tidak menggunakan peraturan peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar
4)     Tidak melakukan campurtangan persoalan dalam negeri negara lain
5)     Menghormati hak-hak dassar manusia dan tujuantujuan serta asas yang termuat dalam program PBB.
6)     Menyelesaikan segala perselisihan Internasional dengan jalam damai.


4) Peran Indonesia di ASEAN
            Sebagai anggota ASEAN Indonesia juga ikut berperan aktif dalam kerjasama antar negara negara Asia Tenggara. Cara utama yang dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk mewujudkan ketertiban dunia adalah dengan berperan aktif dalam berbagai organisasi Internasional dan Dunia.

Berikut contoh peran aktif Indonesia dan Dunia :
a)     Indonesia menjadi salah satu negara yang memprakarsai berdirinya ASEAN
b)     Indonesia berperan aktif dalam proses penciptaan dan pemeliharaan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
c)      Indonesia menjadi pusat ketertiban ASEAN dimana gedung Kesekertariatan ASEAN berkedudukan di Jakarta.
d)     Menjadi penyelenggara KTT ASEAN yang pertama
e)     Penyelenggara pertemuan Informal pemimpin negara ASEAN pertama
f)        Dan ikut serta dalam kegiatan pesta olahraga negara-negara dikawasan Asia Tenggara atau pelaksanaan SEA GAMES.

Tujuan ASEAN


1.      Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa

2.      Asia Tenggara yang sejahtera dan damai;

3.      Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa;

4.      Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi;

5.      Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik dan administrasi;

6.      Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi

7.      internasional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat mereka;

8.      Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara;

9.      Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan serupa, dan untuk menjajagi segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara erat di antara mereka sendiri.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar